Memang salah satu faktor resiko terjadinya stroke adalah kencing manis atau diabetes. Lebih sering terjadi pada penderita diabetes yang tidak terdeteksi atau terkontrol, begitu kadar gulanya tinggi maka stroke bisa terjadi dengan cepat. Akibatnya proses penyembuhan stroke akan semakin sulit, selama diabetesnya tidak dikendalikan dengan baik.
Memang kunci mencegah maupun menyembuhkan stroke pada penderita diabetes adalah stabilnya kadar gula darah. Ini tidak harus kembali ke posisi normal, asalkan stabil di kisaran 100-200 mg/dl. Maka sudah cukup untuk mencegah atau memulihkan dari penyakit stroke yang sudah terjadi.
Biasanya obat-obatan apapun yang diberikan untuk menyembuhkan kelumpuhan dari stroke akan sia-sia selama gula darahnya tidak terkendali. Ini memang berhubungan dengan sirkulasi darah dan kondisi perfusi jaringan. Pada gula darah yang tidak terkendali, segala jenis makanan, oksigen maupun obat-obatan akan sulit mencapai jaringan yang rusak.
Ini diperlukan pada penderita seperti stroke infark yang mengalami kerusakan di jaringan saraf otak, untuk memulihkan konsistensi jaringan dan membangun jaringan saraf yang sudah mati. Kondisi ini bisa optimal bila kadar gula darah stabil dan terkendali. Memang akan menjadi perjuangan tersendiri untuk menstabilkan kadar gula darah, baik yang tergantung dengan insulin maupun obat-obatan penurun gula darah.
Biasanya butuh waktu berminggu-minggu bahkan sampai sebulan untuk menstabilkan gula darah. Pada beberapa orang memang begitu sulit mengontrol asupan makanan sesuai dengan pengobatan yang diberikan. Ketidakteraturan dan disiplin dalam mengatur pola makan sering membuat gula darah sulit dikendalikan dan dibikin stabil.
Juga pola hidup yang kurang aktif sering membuat regulasi insulin semakin resisten dan tidak stabil. Memang pada penderita kencing manis atau diabetes harus diperbaiki pola makan dan pola hidup yang sehat. Kedua hal ini menjadi pondasi dasar dalam menstabilkan kadar gula darah, tanpa perubahan pada kedua hal ini skan sulit untuk bertahan dari komplikasi diabetes.
Jadi komplikasi diabetes tidak hanya stroke, bisa saja terkena gagal ginjal, sakit jantung, ganggren, kebutaan. Meskipun pada beberapa kasus stroke didominasi oleh penderita diabetes, bahkan sering terulang stroke-nya, saat gula darahnya tidak terkendali. Memang gula darah yang tinggi, di kisaran 300 ke atas bisa memungkinkan terjadinya stroke atau komplikasi lainnya.
Jadi saat sembuh dari stroke, hal yang harus dilakukan adalah memulihkan dari kelumpuhan dan menjaga agar stroke tidak terulang lagi. Nah pada penderita diabetes, tentunya akan semakin berat selama gula darahnya tidak terkendali. Maka lebih baik kontrol gula darah secara teratur, jaga asupan makanan jangan sampai berlebihan, terutama makanan yang bergula, dan lakukan pola hidup sehat dengan aktif berolahraga serta beraktifitas yang rutin setiap harinya. Ini akan bisa mencegah stroke terjadi atau terulang lagi.