Suntikan insulin diberikan pada penderita kencing manis atau diabetes yang memiliki ketidakmampuan dalam memproduksi insulin, baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Insulin diperlukan untuk memproses gula darah menjadi kalori atau energi, dan pemberiannya memang hanya bisa melalui suntikan. Karena secara peroral tidak memungkinkan dan mengalami kerusakan di saluran pencernaan.
Suntikan insulin ada banyak ragamnya dan jenisnya, ada yang terbuat dari insulin hewan dan ada yang dibuat secara sintetis. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, namun yang terpenting penggunaan yang tepat akan mengontrol kadar gula darah dengan baik. Ini yang menjadi tujuan pokok dari pemberian suntikan insulin.
Memang dosis pemberian insulin harusnya diberikan oleh dokter atau spesialis yang menanganinya. Namun akan lebih baik mengenal beragam jenis insulin, dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam pemberian insulin. Ada banyak kasus begitu sulit menstabilkan kadar gula darah, bisa jadi karena kurang memahami pemberian insulin atau bisa pula akibat kurang tepat pengaturan dietnya.
Memang pemberian insulin harus diikuti dengan pengaturan dan pelaksanaan diet yang ketat. Ini akan sia-sia bila dosis insulin sudah tepat tapi dietnya tidak sesuai dengan kalorinya. Jadi perlu keseimbangan dan pengaturan yang tepat antara pemberian insulin dan pengaturan diet.
Insulin akan lebih bermanfaat bila mengerti jangka waktu kerjanya atau onset dari suntikan insulin tersebut. Ini mengingat ada beragam insulin dengan jangka waktu kerja yang pendek, menengah, dan panjang serta kedua-duanya. Pada insulin yang berjangka pendek biasanya dikenal dengan insulin aksi cepat atau reguler atau yang memiliki onset kerja 2-4 jam. Ini sangat cocok bagi yang kurang bisa menata dietnya, jadi masih mengkonsumsi makanan yang indeks glikemiknya tinggi, akibatnya terjadi lonjakan gula darah dalam jangka 2-4 jam.
Pada insulin jangka pendek ini dikenal secara generic sebagai insulin reguler atau insulin lispro atau insulin aspart. Namun dalam merek dagangnya bisa beragam, seperti Humulin R, Sansulin R, Insuman Rapis, Actrapid, Humalog, Novorapid, Apidra. Dengan bentuk vial maupun flexpen yang sudah umum digunakan, namun yang yang lebih popular adalah yang flexpen karena mudah digunakan dan mudah pengukuran dosisnya.
Pada insulin jangka menengah memang lebih panjang dari yang jangka pendek, dimana onsetnya bisa 4 sampai 12 jam. Maka disini pemberiannya bisa dua kali dalam sehari, memang lebih sedikit rasa nyerinya karena suntiknya Cuma dua kali. Namun untuk menekan lonjakan gula darah pada makanan yang berindek glikemik tinggi kurang efektif. Memang insulin jangka menengah ini sangat cocok buat yang sudah setle atau stabil dalam pengaturan diet makanannya, artinya bisa memilah mana makanan yang berindek glikemik sedang dan rendah untuk dikonsumsi.
Insulin jangka menengah ini memiliki nama generic Isophan Insulin (NPH), insulin Zinc Suspensi. Dengan merek dagang seperti Humulin N, Sansulin N, Insulatard, Insuman Basal, Insuman combination. Sebenarnya pada insulin jangka menengah merupakan insulin jangka pendek yang diolah menjadi lebih suspensinya, sehingga lebih lambat penyerapannya di jaringan saat disuntikan.
Sedang untuk insulin jangka panjang dikenal dengan Extended insulin Zinc, Suspension, insulin glargin. Dengan merek dagang Levenir, Protamin Zinc Insulin, Lantus, namun yang paling terkenal adalah insulin glargin karena sangat efektif dalam menata suplai insulin selama 24 jam. Pemberian pada insulin jangka panjang ini memang lebih fleksibel, namun biasanya lebih baik diberikan sebelum tidur, sehingga keesokan harinya sudah bisa mensuplai insulin sampai malam. Memang onsetnya antara 6 sampai 24 jam, sangat baik bagi yang sudah bisa mengatur diet dan terkontrol gula darahnya, serta suntikannya Cuma sekali dalam 24 jam.