Dosis yang Tepat untuk Suntikan Insulin

Sebenarnya dosis pemberian insulin pada penderita diabetes, baik tipe satu maupun sebagian tipe dua adalah atas resep dokter. Ini biasanya disesuaikan dengan kondisi penderita dan kebutuhan kalori perharinya. Dokter memberikan dosis yang tetap untuk satu minggu dan bisa naik atau turun sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

Memang pemberian dosis insulin tidak boleh naik turun setiap harinya, harus konstan untuk satu minggu. Ini untuk menjaga kestabilan pasokan insulin dan metabolisme di tubuh. Meskipun sebenarnya kebutuhan penderita akan insulin tidaklah konstan, bisa berubah sesuai dengan kebutuhan dan aktifitasnya.

Pada penderita yang sedang adaptasi dengan suntikan insulin, memang lebih disarankan untuk mengatur pola makannya, dan bukan dosis insulinnya. Baru setelah satu minggu bisa dikonsultasikan dengan dokter untuk menurunkan atau menaikan dosisnya. Meskipun ini pada penderita diabetes yang sudah lama, seperti diabetes tipe satu. Biasanya mereka sudah mengerti tentang dosis insulin, mengatur sendiri suntikan insulin untuk setiap harinya.

Memang pertimbangan yang menjadi perhatian utama adalah hipoglikemia yang bisa berbahaya bagi kesehatan penderita diabetes. Biasanya dokter lebih menyukai sedikit hiperglikemia daripada terlalu hipoglikemia. Maka pengaturannya biasanya bertahap dan tidak ekstrem dalam mengatur dosis pemberian insulin.

Pada penderita diabetes tipe dua memang sedikit fleksibel dalam mengatur pemberian insulin, karena mereka masih memiliki produksi insulin sendiri. Biasanya pola aktifitas fisik bisa mempengaruhi pasokan insulin dari dalam tubuh. Ini bisa dimengerti saat tubuh aktif, maka dengan sendirinya pasokan insulin dari dalam menjadi lebih banyak.

Namun ini tidak menutup kemungkinan untuk mengurangi dosis insulin, hanya memang asupan makanan yang lebih dipertimbangkan daripada dosis insulin. Jadi disini perlu keseimbangan antara dosis insulin, pengaturan pola makan dan aktifitas fisik yang dilakukan. Tentu saja ini harus dimonitor dengan pengecekan kadar gula darah yang regular.

Secara sederhana jangan terpaku untuk mencapai kadar gula darah yang normal, namun lebih fleksibel dengan kisaran di atas 100 mg/dl dan di bawah 200 mg/dl. Kisaran ini cukup lebar dan fleksibel sehingga tidak terlalu hipoglikemia dan tidak terlalu hiperglikemia. Jadi saat kadar gula darah dalam kisaran ini maka pertahankan dosis insulin dan atur pemberian makanan sesuai dengan aktifitas fisik.

Bila hari-harinya diisi dengan aktifitas fisik yang lebih banyak maka coba gabungkan asupan makanan dengan indeks glikemik rendah dan tinggi. Ini akan memenuhi kebutuhan kalori jangka pendek dan panjang. Namun bila sedang malas-malasan atau tidak enak badan sehingga sedikit beraktifitas, maka coba asupan dengan indeks glikemik yang rendah.

Memang pengaturan dosis insulin yang tepat adalah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Namun dosis insulin yang disuntikan tidak akan bisa seperti insulin yang diproduksi sendiri tubuh. Hanya memang bisa diarahkan agar dosis insulin bisa sesuai, dengan mengatur pola makan dan aktifitas fisik sehari-hari.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Tips penyakit Diabetes - All Rights Reserved
-->