Kondisi hipoglikemia adalah kondisi yang harus dihindari bagi penderita diabetes, terutama bagi pengguna suntikan insulin. Hipoglikemia yang dibiarkan bisa mengarah ke koma diabetikum dan menyebabkan kematian. Maka pihak medis maupun dokter penyakit dalam menasehati untuk menjaga agar tidak jatuh ke hipoglikemia, mereka lebih suka sedikit hiperglikemia daripada hipoglikemia saat mengobati penderita diabetes.
Kondisi hipoglikemia ini sering terjadi pada saat penderita diabetes memulai suntikan insulin dan mulai adaptasi dengan dosis insulin yang diberikan. Sering mereka merasa hipoglikemia setelah mendapatkan suntikan insulin, padahal sudah makan sesuai porsi kalori yang diberikan. Bisa jadi ini disebabkan lambatnya penyerapan glukosa ke dalam darah, atau bisa pula diet makanannya terlalu rendah indeks glikemiknya, atau bisa pula dosis insulinnya terlalu tinggi.
Memang pemberian insulin jangka pendek atau reaksi cepat biasanya untuk penderita diabetes yang memiliki konsumsi makanan dengan indeks glikemik yang tinggi. Begitu penderita diabetes ini merubah pola dietnya dengan makanan yang berindeks glikemik rendah, akan terjadi hipoglikemik dengan cepat. Dalam kondisi begini memang sebaiknya penderita mendapatkan insulin jangka panjang atau reaksi lambat. Saat mereka sudah bisa memilih mana makanan yang baik dengan indeks glikemik rendah, maka insulin jangka panjang lebih baik bagi mereka.
Namun pada kebanyakan kasus, terjadi hipoglikemia setelah mendapatkan suntikan insulin karena memang asupan makanan yang diberikan tidak sesuai dengan porsinya. Artinya porsi makannya memang tidak dihabiskan, mungkin karena tidak enak makannya atau sedang tidak nafsu makan, maka akan terjadi kelebihan insulin, sehingga terjadi hipoglikemia. Dalam kondisi begini harus cepat-cepat mendapatkan asupan glukosa, bisa dengan minum air gula atau permen manis, bila kondisinya sadar.
Namun bila kesadaran sudah menurun, maka sebaiknya mendapatkan suntikan glukosa. Ini biasanya harus dibawa ke rumah sakit atau layanan medis terdekat bila tidak memiliki suntikan glukosa. Ini bisa berupa cairan infuse dektrose yang diberikan secara intravena dengan menggunakan jarum suntik.
Namun untuk mengetahui kondisi ini hipoglikemia, harus dicek dulu kadar gula darahnya. Bisa dengan menggunakan glukotest, yang dalam beberapa detik sudah diketahui hasilnya. Memang saat terjadi hipoglikemia harus dilakukan tindakan cepat, sebelum penderita jatuh ke kondisi yang lebih dalam, karena akan lebih berbahaya kondisinya.
Bagi keluarga maupun penderita kencing manis atau diabetes, memang harus sudah mengerti keadaan hipoglikemia ini, gejalanya dan tanda-tanda yang terjadi. Seperti badan lemas, keluar keringat dingin, kepala pusing, badan terasa dingin, ini semua tanda-tanda mulainya hipoglikemia dan harus cepat dicek kadar gula darahnya. Bila berada di bawah normal, misal di bawah 70 mg/dl, maka harus cepat diberikan glukosa.
Memang pemberian suntikan bagi diabetes tipe satu maupun sebagian diabetes tipe dua memerlukan pengawasan kadar gula darah yang ketat. Lebih baik sedikit hiperglikemia daripada hipoglikemia, meskipun yang terbaik adalah kondisi gula darah yang stabil. Jadi harus dijaga dosis insulin yang diberikan tepat, asupan makanan sesuai porsi kalori dihabiskan, dan melakukan aktifitas fisik atau olahraga teratur untuk meningkatkan fungsi insulin, sehingga kadar gula darah bisa dalam kondisi stabil.