Kenapa Diet Makanan pada Diabetes harus Ditimbang?

Pada penderita kencing manis yang baru didiagnose dan masuk rumah sakit, biasanya diharuskan mengatur diet makanan sesuai dengan kebutuhan kalori. Ada tertulis misalnya 2100 kalori, 2400 kalori, dan dikombinasikan dengan obat penurun gula atau hipoglikemik. Biasanya dietnya ini harus ditimbang dan dikuti secara ketat agar gula darah bisa kembali terkontrol.

Memang pada penderita yang baru terkena diabetes, rata-rata akan kaget dengan diet yang ketat dan harus ditimbang ini. Soalnya terbiasa makan bebas, lalu harus dikontrol ketat, bisa bikin stress pada diri mereka. Meskipun sebenarnya tidak harus sedemikian ketat, selama masa adaptasi memang akan sulit ditemui jumlah makanan yang pas sesuai dengan obat maupun kebutuhan kalori mereka.

Ini yang sering dikeluhkan saat menimbang diet makanan ini, terlalu ketat bisa bikin hipo, badan lemas dan malas beraktifitas. Namun bila terlalu diumbar atau dibiarkan akan membuat gila darah tidak terkontrol dan bisa berakibat buruk atau timbul komplikasi. Sebenarnya sih lebih baik hiperglikemik sedikit daripada terlalu hipoglikemik.

Cara ini bisa dilakukan saat adaptasi pengaturan diet makanan pada penderita diabetes. Ini untuk menyesuaikan dengan dosis obat, dan kegiatan atau oleh raga yang dilakukan. Karena ketiga faktor ini harus sinkron agar diperoleh kadar gula darah yang terkontrol.

Misal pada kondisi tubuh yang masih belum mobilisasi, maka pemberian diet makanan bisa dikurangi sedikit, tapi dengan dosis obat yang sama. Baru setelah kondisi tubuh sudah sehat dan bergerak, maka diet makanan bisa ditambah kalorinya dengan dosis obat yang sama. Disini memang perlu pengaturan yang tepat antara dosis obat, jumlah kalori dan aktifitas penderita.

Memang untuk dosis obat akan ditentukan oleh dokter, sedang untuk makanan bisa disesuaikan dengan aktifitas fisik. Jadi harus pintar-pintar dalam melihat kebutuhan diri, bila banyak bergerak maka diet makanan bisa ditambah, meskipun akan bisa menimbulkan hiperglikemia. Namun ini juga harus dijaga agar tidak terjaid lonjakan yang tinggi.

Memang pada pengaturan diet, obat dan aktifitas yang tidak sinkron bisa menimbulkan kegemukan atau sebaliknya badan menjadi kurus. Ini bisa saja terjadi bila diet makanan yang ditimbang sangat kurang akan bisa menyebabkan hipo, atau badan menjadi sangat kurus. Memang bila untuk orang gemuk menjadi kurus akan bermanfaat, namun bagi yang sudah kurus menjadi kurus akan bisa membuat kondisi fisik menjadi menurun.

Jadi kembali ke perlunya menimbang kebutuhan kalori yang diperlukan ini dengan maksud untuk mensinkronkan dosis obat dengan pengaturan makanan dan aktifitas fisik. Ini dengan tujuan dicapai gula darah yang terkontrol, yaitu berada dalam kisaran normal yang terbatas, artinya tidak terlalu tinggi dan terlalu rendah. Jadi dalam kisaran yang bisa membuat tubuh tetap sehat dan bisa beraktifitas fisik tanpa ada kompilkasi.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Tips penyakit Diabetes - All Rights Reserved
-->