Bagi penderita diabetes tipe 1 memang tidak ada pilihan, selain menggunakan insulin. Namun bagi penderita diabetes tipe 2 bisa dimungkinkan untuk meninggalkan insulin dan menggunakan OHO atau Obat Hipoglikemik Oral atau obat penurun gula darah. Tentunya ini setelah dikonsultasikan dengan dokter, dengan pertimbangan kadar gula darah dan metode yang efektif dalam menstabilkan kadar gula darah.
Obat-obatan oral penurun gula darah ini memang sering menjadi pilihan utama bagi diabetes tipe 2. Selain lebih mudah cara pemakaiannya, juga harganya yang lebih murah. Bayangkan bila harga insulin di kisaran 150 ribu-200 ribuan, dengan harga obat oral yang berada di bawah kisaran 50 ribuan, tentunya akan lebih murah di anggaran bulanan.
Apalagi ini harus dilakukan seumur hidup, memang selama ini tidak ada subsidi untuk obat insulin ini, sehingga harganya tidak bisa murah atau terjangkau. Juga selama ini stok insulin vial yang lebih murah semakin menurun, digantikan dengan flexpen yang lebih mahal harganya. Memang lebih mudah dalam pemakaian, tapi berat di ongkos. Kondisi inilah yang membenarkan bahwa biaya kesehatan itu sangat mahal.
Kelebihan lain dari obat oral atas insulin adalah resiko kenaikan berat badan yang bisa diminimalkan. Meskipun ini tidak bisa disama-ratakan, namun umumnya pemakai insulin memiliki masalah dengan kenaikan berat badannya. Lain dengan pemakai obat oral yang cenderung bisa lebih langsing.
Memang kondisi ini bisa terjadi karena pemakai insulin seperti layaknya orang normal, memiliki insulin tambahan yang bisa digunakan untuk memproses makanan yang masuk. Lain dengan pemakai obat oral yang lebih mengontrol asupan kalori dibandingkan dukungan insulin bagi tubuh. Ini juga yang bisa menjadi kelebihan dari insulin, lebih mudah, meskipun tetap memiliki resiko yang besar terjadinya hipoglikemia.
Bila dibandingkan dengan obat-obatan hipoglikemik, insulin memang lebih besar resikonya untuk menyebabkan hipoglikemia, maka pemakaiannya harus lebih hati-hati. Setidaknya harus selalu ada seseorang untuk mendampingi untuk mengawasi kondisi fisik, juga kadar gulanya yang bisa turun atau drop. Meskipun ada alat pengecek gula darah yang handi, tapi seringkali kalah cepat dengan turunnya kadar gula darah.
Banyak pemakai insulin ini yang sering kecolongan dengan penurunan kadar gula darah atau hipoglikemia ini. Maka inilah kelebihan dari pemakaian obat-obatan oral hipoglikemik yang lebih aman dari hipoglikemik. Resikonya tetap ada tapi tidak seberat saat menggunakan insulin.
Setiap memakai obat, pasti memiliki resiko atau efek samping, dan ini harus diminimalkan. Apalagi bagi penderita diabetes, pemakaian obat-obatan ini akan berlangsung seumur hidup, kecuali sebagian beberapa penderita diabetes tipe dua yang bisa mengontrol kadar gula darahnya dan bisa menghilangkan penggunaan obat hipoglikemik. Maka disini pentingnya untuk melihat aspek lain dari pengobatan diabetes, seperti olahraga, kegiatan fisik yang aktif, pengelolaan asupan makanan, yang bisa membantu mengontrol kadar gula darah menjadi stabil dan lebih sehat.