Pengobatan diabetes dengan suntikan insulin bukanlah merupakan pengobatan tunggal, melainkan juga kombinasi dengan pengaturan diet dan olahraga atau aktifitas fisik. Semuanya harus dilakukan secara serentak, agar tercapai kadar gula darah yang stabil dan ideal. Memang akan sulit dikontrol kadar gula darahnya, bila ketiga hal ini tidak dilakukan bersama-sama.
Ini sering terjadi pada penderita diabetes pemula, atau tipe dua yang baru menderita diabetes atau kencing manis. Biasanya serba salah dalam mengendalikan kadar gula darah. Kebanyakan sulit dikontrol, sehingga sering stress melihat cek gula darah selalu tinggi atau naik turun.
Ini pertanda tidak baik, karena gula darah yang tidak stabil dan stress menjadi pemicu bagi diabetes menjadi sulit dikendalikan. Memang sebaiknya tidak melewatkan diet makanan yang tepat untuk jenis suntikan insulinnya. Ada tiga jenis suntik insulin yang harus disesuaikan dengan diet makanan yang sedang dikonsumsi.
Pertama insulin jenis jangka pendek atau regular, ini biasanya diberikan pada diabetes pemula atau bagi yang sulit mengontrol naiknya kadar gula darah saat makan. Mereka biasanya masih sulit memilih mana makanan yang berindek glikemik rendah dan cenderung memilih makanan yang indek glikemiknya tinggi. Ini jelas sangat berbahaya saat lonjakan kadar gula darah terjadi.
Memang insulin regular berdurasi maksimal enam jam dan sangat sempurna dalam mengontrol asupan makanan yang berindek glikemik tinggi. Meskipun pada kondisi ini sangat disarankan untuk mulai memilih makanan yang berindek glikemik sedang maupun yang rendah. Semakin bisa memilih jenis makanan akan semakin cepat dalam menstabilkan kadar gula darah.
Kedua insulin jangka menengah, yang diberikan dua kali sehari, maka sebaiknya makanan yang dikonsumsi sudah harus berindek glikemik menengah atau rendah. Ini untuk menjaga terjadinya lonjakan kadar gula darah saat makan, sehingga kenaikannya akan relative tidak terlalu tinggi. Namun cukup optimal dalam memberikan energi bagi tubuh atau tidak menyebabkan hipoglikemia.
Memang bila asupan energinya terlalu lambat, sedang insulinnya sudah optimal, resiko hipoglikemia bisa saja terjadi. Disini memang pentingnya dalam mengatur komposisi jenis makanan yang tepat sesuai dengan jenis insulinnya. Poinnya adalah kadar gula darah stabil dan tidak terjadi lonjakan yang berarti.
Ketiga insulin jangka panjang, atau yang diberikan sekali sebelum tidur, ini cocoknya asupan makanan sudah harus yang memiliki indek glikemik rendah. Sehingga tidak ada lonjakan kadar gula darah yang berarti dan tepat sesuai dengan kadar insulin yang diberikan. Dalam kondisi ini juga harus dikombinasikan dengan olahraga atau aktifitas fisik.
Jadi akan tercapai kadar gula darah yang stabil dan tidak terjadi lonjakan gula darah yang berarti. Ini merupakan kunci pengaturan diet makanan yang tepat sesuai dengan jenis suntikan insulin yang diberikan. Poin ini harus menjadi landasan dalam pengobatan diabetes, jadi bukan hanya tergantung pada suntikan insulin saja.