Badan sering Lemas apakah Tanda Diabetes

Memang terlihat aneh, sudah makan begitu banyak tapi badan masih sering lemas. Seperti makanan yang dimakan tadi tidak memberi energi sama sekali pada tubuh. Bisa jadi memang ini tanda diabetes atau kencing manis, meskipun harus dipastikan dengan pemeriksaan kadar gula darah di laboratorium.

Pada beberapa kasus awal terjadinya kencing manis memang didahului dengan badan yang sering lemas, padahal sudah makan begitu banyak. Bahkan kondisi tubuh semakin tidak karuan, sering kencing dan membuatnya capek bolak balik ke kamar mandi. Bila ini dua tanda yang menyertai, memang kemungkinan besar terkena gejala diabetes tipe 2. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak mampu mengolah gula menjadi energi, meskipun masih mampu dalam kadar yang kecil.

Akibatnya tubuh kekurangan energi atau badan terasa lemas, padahal kadar gula darah cukup tinggi dalam darah. Insulin yang berperan mengolah gula menjadi energi memang berkurang kemampuannya atau dikenal dengan resistensi insulin. Kondisi ini biasanya diawali dengan konsumsi makanan bergula yang sangat tinggi dan terus menerus, akibatnya tubuh kewalahan mengolah gula ini, maka terjadilah resisitensi insulin dan produksi insulin tidak mencukupi untuk mengolah kadar gula dalam posisi normal.

Memeriksakan kadar gula darah ke laboratorium

Badan sering lemas memang belum tentu tanda diabetes, bisa juga berbagai jenis penyakit lainnya. Namun bila disertai sering kencing, memang harus diwaspadai kemungkinan kencing manis. Jalan terbaik adalah dengan memeriksakan kadar gula darah ke laboratorium. Bila rutin chekup biasanya kadar gula darah bisa diwaspadai perkembangannya.

Kadar gula darah normal berada pada kisaran 70-110 mg/dl, meskipun masih harus disesuaikan dengan kondisi klinis. Beberapa ahli melihat angka ini bisa lebih tinggi antara 70-150 mg/dl, toleransi ini bisa terjadi memang dengan perhitungan kondisi klinis penderita. Namun dalam banyak kasus orang dengan hasil kadar gula darah 110 mg/dl sudah memiliki titer diabetes, tentunya dikuatkan dengan pemeriksaan lab lanjutan. Meskipun ini masih dalam kondisi prediabetes, tapi sudah harus mendapatkan pengobatan dan perubahan diet makanan sehari-harinya.

Merubah pola makan dan gaya hidup

Memang pada diabetes tipe 2 sering terjadi akibat pola makan yang tidak sehat dan aktifitas fisik yang minim. Tentunya saat positif menderita diabetes tipe 2, harus segera dilakukan pengobatan dan tentunya perubahan pola makan serta gaya hidup. Hal ini harus dilakukan secara menyeluruh, kalau tidak ingin diabetesnya menjadi komplikasi.

Memang yang dikhawatirkan dari kadar gula darah yang tidak terkontrol bisa bermacam-macam. Biasanya bukan diabetesnya yang mengacam jiwa, namun komplikasi dari diabetes yang bisa mengacam jiwa. Diabetes memang hanya penyakit degenerasi atau penyakit penurunan kemampuan tubuh, namun bila dibiarkan komplikasinya yang bisa mengancam jiwa. Biasanya  dengan perubahan pola makan, gaya hidup dan rutin mengikuti pengobatan, maka kadar gula bisa dikontrol dan hidup bisa normal seperti biasanya. 
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Tips penyakit Diabetes - All Rights Reserved
-->