Mungkin bagi tiap orang penderita kencing manis akan berbeda berapa kali mereka mengecek kadar gula darahnya setiap harinya. Hal ini mengingat tidak semua jenis diabetes harus dibutuhkan cek kadar gula darah setiap waktu, terutama pada diabetes tipe 2. Mungkin saja sih bagi diabetes tipe 1 yang tergantung akan suntikan insulin akan membutuhkan cek gula darah untuk menjaga dari hipo atau hiperglikemia.
Memang ada perbedaan signifikan antara diabetes tipe 1 dan 2 dalam mengecek kadar gula darah. Meskipun sebenarnya prinsip dari pengecekan adalah sama dalam mengetahui kadar gula darah agar tidak terjadi hipo atau hiperglikemia. Namun pada diabetes tipe 2 lebih ringan penanganannya, resikonya biasanya lebih besar mengarah ke hiperglikemia, dan ini bisa dikontrol segera dengan obat penurun gula serta olahraga yang rutin.
Meskipun sebenarnya baik diabetes tipe 1 maupun 2 membutuhkan cek gula darah secara intensif, masalahnya tetap saja resiko hipo atau hiperglikemia sangatlah berbahaya. Keduanya akan selalu menjadi komplikasi yang bisa membahayakan kesehatan pada penderita diabetes. Terutama saat makan besar atau saat setelah suntikan insulin, kedua hal ini memang memberi lonjakan gula darah, baik naik maupun turun.
Tentunya tujuan dari pengecekan ini memudahkan menstabilkan kadar gula darah secara cepat. Ini biasanya pada awal-awal terkena diabetes, terutama diabetes tipe 2, namun bila sudah stabil dan terkontrol dan mengerti kebiasaan atau kebutuhan tubuh maka pengecekan kadar gula darah bisa berangsur berkurang. Namun jangan menjadikan pengecekan kadar gula darah ini sebagai beban, soalnya bila ada perasaan yang tertekan akan membuat kadar gula darah tidak stabil. Jadi ada mekanisme pengendalian faktor stress dalam manajemen penyakit diabetes.
Cek gula darah sebelum makan
Melakukan pengecekan gula darah sebelum makan di pagi hari adalah hal krusial, karena ini akan menjadi awal kisaran kadar gula darah sepanjang hari. Juga akan menjadi landasan asupan makanan yang akan dibutuhkan sekaligus suntikan insulin pada diabetes tipe 1. Pada diabetes tipe 2 juga penting untuk menyeimbangkan aktifitas dengan asupan makanan, meskipun dosis obat diabetnya akan stabil dan jangan berubah-rubah.
Memang untuk diabetes tipe 2 tidak disarankan merubah dosis obat setiap harinya, lebih baik dilakukan dalam hitungan mingguan. Bila terlalu hipoglikemia dosis obat bisa diturunkan, namun bila terlalu hperglikemia asupan makanan dikurangi atau aktifitas fisik ditingkatkan dengan dosis obat yang tetap sama. Inilah keuntungan dari pengecekan gula darah di pagi hari sebelum makan.
Cek gula darah sesudah makan
Pengecekan yang tepat adalah dua jam setelah makan, saat itu asupan makanan sudah bergerak ke pembuluh darah. Disini akan diketahui kisaran gula darah hasil dari racikan makan besarnya, bila hipo pada diabetes tipe 1 jumlah makanan bisa ditambah. Namun bila hiper maka bisa dikontrol dengan obat diabet serta jumlah makan siangnya dikurangi.
Sedang bagi diabetes tipe 2 bila hipo maka asupan makanan dan dosis obatnya bisa diseimbangkan. Tentunya untuk asupan makanan bisa dirubah setiap saat namun untuk obat diabet hendaknya perubahan dosis dilakukan setiap minggunya. Memang untuk melakukan pengecekan kadar gula darah yang ideal adalah sesuai kebutuhan, tidak ada istilah 3 kali, empat kali adalah ideal dalam setiap harinya. Ini untuk memenuhi kebutuhan akan kadar gula darah yang terkontrol, hidup bisa sehat layaknya orang normal bila kadar gula darah terkontrol dengan baik.