Mengatasi Hipoglikemia

Memang hipoglikemia sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1, meskipun juga bisa terjadi pada diabetes tipe 2. Biasanya akibat ketidak seimbangan antara pasokan karbohidrat dan insulin membuat kemungkinan hipoglikemia bisa terjadi. Bisa jadi suntik insulin sudah diberikan, namun asupan makanan tidak dihabiskan sesuai dengan takaran. Inilah yang membuat insulin berlebihan di dalam tubuh dan akibatnya kadar gula darah turun secara draktis.

Patokan untuk terjadi hipoglikemia bisa di bawah kisaran 70 mg/dl, biasanya bisa dideteksi dengan cepat pada hasil glukotest. Namun secara klinis biasanya ada tanda kelemahan, mengantuk hingga penderita tidak merespon sekitarnya. Kesadaran bisa menurun dengan cepat seiring menurunnya kadar gula darah ini, bahaya yang mengintai bisa terjadi coma diabetitikum. Biasanya akan sulit dikembalikan bila otak sudah kehilangan pasokan gula untuk jangka yang lama.

Jadi disini pentingnya pemberian glukosa atau menaikan kadar gula darah secara cepat untuk mencegah terjadinya koma diabetikum. Ada banyak metode pemberian glukosa yang bisa dilakukan saat terjadi hipoglikemia, dengan suntikan glukosa atau dengan pemberian lewat makanan. Tentunya respon yang tercepat adalah pemberian lewat suntikan, meskipun ini akan membutuhkan seorang yang mengerti cara memberikan injeksi ke jalur pembuluh darah vena.

Namun selama penderita masih bisa sadar pemberian minuman bergula, atau makanan bergula bisa mengatrol kadar gula darah, meskipun dengan respon yang lambat. Kadang bisa membutuhkan satu jam buat penderita untuk pilih, meskipun minuman bergula yang diminum bisa diabsorsi oleh organ pencernaan dalam waktu 15 menit, namun untuk siap dipakai tubuh bisa butuh waktu satu jam. Maka disini pentingnya waktu, karena begitu berharga dalam mencegah komplikasi dari hipoglikemia.

Menjaga keseimbangan asupan makanan dan dosis insulin

Memang akan selalu ada naik turun dalam kadar gula darah saat pemberian insulin dan asupan makanan yang diberikan, dan ini harus dijaga keseimbangannya. Saat suntikan insulin sudah diberikan maka asupan makanan yang sudah ditakar harus dihabiskan. Memang butuh waktu kisaran satu sampai dua jam bagi makanan untuk diabsorsi masuk ke peredaran darah, meskipun bisa lebih lambat bila kadar lemaknya lebih banyak.

Biasanya akan lebih baik bila sehabis dua jam dilakukan pengecekan kadar gula darah, ini sebagai tindak lanjut proses pemberian insulin tadi. Bila kadar yang diperoleh di bawah 70 mg/dl, maka bisa ditambah asupan karbohidratnya. Ini terutama sering bermasalah pada makan malamnya, biasanya bila kadar gula darah di borderline akan membuat hipoglikemia di pagi harinya.

Menyediakan pasokan glukosa yang cepat dan mudah dipakai

Memang cara yang tercepat menaikan kadar gula darah saat terjadi hipoglikemia adalah dengan suntikan glukosa. Ini bisa dengan mudah didapat dari cairan infuse glucose yang harus disuntukan di pembuluh darah vena. Namun tata laksananya yang sulit bagi non medis membuat makanan atau minuman berglukosa menjadi pilihan.

Bisa berupa gula yang dilarutkan dalam segelas air hangat, permen, yang bisa dikonsumsi saat merasa diri menghadapi hipoglikemia. Biasanya ditandai dengan badan terasa melemah, keringat dingin, pening, ini harus direspon dengan cepat. Namun setelah minum air bergula atau permen, harus diikuti dengan makan yang berkarbohidrat agar kadar gula darah tidak drop lagi.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Tips penyakit Diabetes - All Rights Reserved
-->