Bisakah Prediabetes menjadi Diabetes?

Memang penyakit diabetes atau kencing manis sering agak membingungkan. Banyak yang mengalami kadar gula darah tinggi, namun tidak memberi gejala diabetes. Meskipun ini bisa masuk kategori prediabetes, namun secara klinis sering tidak memberi gejala penyakit diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun 2.

Ada gejala klinis yang harus mengikuti sebuah hasil kadar gula darah yang tinggi untuk menetapkan sebuah penyakit diabetes. Biasanya bila kondisinya masih baru ditemukan, dan hasil gula darah di borderline akan ditentukan oleh pemeriksaan lanjutan. Meskipun lebih sering dokter penyakit dalam sudah mengkategorikan ini sebagai prediabetes, dan memberikan pengobatan layaknya penderita dengan diabetes tipe 2.

Namun inipun akan diikuti dengan follow-up pemeriksaan kadar gula darah secara rutin, dan ini akan menentukan pengobatan lebih lanjut. Banyak yang lolos dari prediabetes, sehingga tidak memerlukan obat-obatan diabetes dan keluar dari penyakit kencing manis. Meskipun banyak pula yang jatuh ke diabetes, biasanya faktor usia, berat badan, gaya hidup bisa mempengaruhi kondisi penyakit mereka.

Penyakit kencing manis yang disebabkan gangguan di metabolisme insulin memang memiliki gejala atau tanda klinis yang jelas. Mulai dari sering kencing, badan mudah lemas, pening, yang sering tidak terdeteksi di awal penyakit kencing manis, sehingga sering terlambat dalam mengantisipasi penyakit diabetes ini. Padahal bila bisa dideteksi lebih dini bisa dicegah sehingga tidak menjadi parah keadaannya.

Melakukan cek gula darah

Sebenarnya tidak usah menunggu untuk sebuah keluhan baru melakukan cek gula darah. Namun lebih proaktif dan melakukannya secara teratur. Ini soalnya sangat mudah dilakukan, baik dengan membeli alat glukotest atau dengan melakukan cek-up di rumah sakit. Ini bisa menjadi pilihan yang bisa dilakukan, meskipun dua-duanya bisa ada untungnya bagi kesehatan.

Cek gula darah dan hasil yang diperoleh lebih dini bisa mempengaruhi prognosis penyakit dan mengurangi komplikasi yang terjadi. Penyakit kencing manis memang erat kaitannya dengan komplikasi yang terjadi. Lebih sering komplikasinya yang membuat penyakit kencing manis terlihat berbahaya. Padahal bila bisa dikelola akan mengurangi komplikasi dan bahaya dari penyakit ini.

Merubah gaya hidup

Memang penyakit kencing manis berhubungan dengan gaya hidup yang tidak sehat. Meskipun banyak pula yang genetic, seperti pada diabetes tipe 1, namun biasanya bila di keluarga sudah ada penyakit diabetes ini sudah cukup memperngaruhi anggota keluarga lainnya. Masalahnya memang gaya hidup yang sama dalam satu keluarga, bisa dari pola makannya sama, sedikit olahraga dan tidak peduli dengan cekup kesehatan.

Banyak faktor yang membuat gaya hidup ini harus diperbaiki bila ada anggota keluarga yang terkena diabetes. Mulai dari pola makannya, aktifitas fisik atau olehraga dan pengetahuan akan kesehatan yang harus diperbaiki. Penyakit kencing manis adalah penyakit degeneratif, namun lebih sering dirusak sendiri oleh kebiasaan yang tidak sehat dalam gaya hidup.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Tips penyakit Diabetes - All Rights Reserved
-->