Mengatasi Hiperglikemia

Bila resiko yang terburuk dari diabetes bisa bermacam-macam, maka hiperglikemia adalah resiko yang iminen tapi bisa berakibat lebih jauh. Biasanya hiperglikemia yang tidak pernah ditindaklanjuti bisa berakibat komplikasi yang berbahaya. Bisa jatuh ke koma diabetikum, bisa terkena stroke, bisa kena gagal ginjal akut dan berakibat pada kematian. Jadi hiperglikemia harus diatasi dengan segera, dan jangan dibiarkan terlalu lama.

Memang hiperglikemia tidak memberi gejala klinis yang jelas di awal serangan. Biasanya paling terlihat adalah sering kencing, hal ini karena mekanisme tubuh menghadapi kadar gula darah yang tinggi dengan membuangnya lewat ginjal sehingga sering kencing. Namun saat gula darah tinggi bisa memberi gejala kepala pusing, tekanan darah yang meningkat, yang sering diabaikan dan diobati dengan obat yang keliru.

Hiperglikemia bisa diindetifikasi dengan kadar gula di atas 150 mg/dl, meskipun ini bisa berbeda bila melihat klinis penderita diabetes. Demikian juga antara diabetes tipe 1 maupun 2 ada perbedaan dalam melihat sebuah hiperglikemia. Namun yang paling berbahaya adalah hiperglikemia pada diabetes tipe 1, karena memang insulin tidak diproduksi dari dalam sehingga hanya bisa berharap dari suntikan insulin.

Sedang pada diabetes tipe 2 insulinnya masih bisa naik turun dalam merespon kadar gula darah yang naik sehingga masih bisa mentolerir adanya hiperglikemia. Namun hiperglikemia tetap berbahaya bagi kesehatan penderita diabetes. Resiko komplikasinya bisa sangat berbahaya bagi penderita.

Melakukan pengecekan kadar gula darah

Memang untuk mengatasi hiperglikemia harus dicek dulu kadar gula darahnya, bisa dengan glukotest atau mengunjungi layanan medis terdekat. Hasil kadar gula darah yang ada akan menentukan tindakan yang akan dilakukan. Meskipun pada penderita diabetes tipe 1 dianjurkan menggunakan glukotest dan melakukan pengecekan secara teratur.

Penderita diabetes tipe 1 ini sangat rentan terkena hiperglikemia, karena insulin tidak diproduksi dalam tubuh. Pengecekan pada diabetes tipe 1 bisa dilakukan sebelum makan dan sesudah makan, memang harus lebih sering untuk mengetahui lebih cepat dan bisa diambil tindakan lebih tepat.

Memberikan suntikan insulin atau obat pengontrol gula darah

Memang hiperglikemia harus segera dikontrol dan dikendalikan gula darahnya. Pada diabetes tipe 1 memang bisa diberikan insulin tambahan, bila keseimbangan gula darah masih tinggi padahal porsi makannya tidak berubah. Ini untuk mencapai keseimbangan antara dosis insulin dengan porsi makannya. Bisa pula diberikan obat pengontrol gula darah bila dosis insulinnya sudah maksimal.

Ini juga berlaku bagi diabetes tipe 2, yaitu dengan memberikan atau menaikan dosis obat diabetnya. Meskipun pada diabetes tipe 2 dianjurkan melakukan perubahan dosis setiap minggunya, dan bisa dikontrol dengan mengurangi porsi karbohidrat atau aktifitas fisik yang lebih banyak. Cara-cara ini bisa didiskusikan dengan dokter penyakit dalam, mengingat ada kententuan dosis baik insulin maupun obat diabet. Biasanya bisa dilakukan saat cekup atau control ke layanan medis.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
logo
Copyright © 2013. Tips penyakit Diabetes - All Rights Reserved
-->